Ketum PBSI yang Baru Diharapkan Berdayakan Klub Badminton
"Ketika itu, klub berlomba-lomba mencetak atlet berprestasi karena merasa jerih payah kami mendapat penghargaan yang layak. Klub seperti Suryanaga, Tangkas, atau SGS Bandung selalu bersaing menhasilkan atlet terbaik," ujar Yacob yang juga pernah menjabat sebagai Sekjen PBSI periode 2008-2012 pada masa kepemimpinan Ketum Djoko Santoso.
Menurut Yacob, mengelola klub badminton membutuhkan biaya yang besar. Maka pada saat itu hanya klub-klub memiliki sokongan dari perusahaan besar yang bisa bertahan hidup.
Maka dari itu, Yacob sangat mengapresiasi langkah Fadil yang memperlihatkan kepeduliannya melalui kegiatan yang penuh sponsor di daerah.
"Ini membuat gairah di daerah dan klub cukup terbantu untuk bangkit lagi," ujarnya.
Salah satu nilai tambah Yacob kepada Fadil adalah selain dia senang bermain badminton, Fadil juga melibatkan semua pihak dalam membentuk Tim AdHoc PBSI untuk Olimpiade Paris 2024.
"Fadil telah mengumpulkan semua pihak yang kompeten di bulu tangkis menjadi sebuah kesatuan, menjadi Indonesia," tutupnya.
Editor: Reynaldi Hermawan