Kento Momota Sebut Pebulu Tangkis Cantik dengan Senyum Menawan, Bukan Yuki Fukushima
ODENSE, iNews.id- Tunggal putra nomor 1 dunia asal Jepang Kento Momota punya pilihan satu pebulu tangkis cantik dengan senyum menawan. Ternyata, pilihan Momota bukan ganda putri nomor 1 dunia asal Jepang Yuki Fukushima.
Momota dan Fukushima dirumorkan memiliki hubungan spesial. Rumor itu mencuat ketika Fukushima tertangkap kamera CCTV keluar dari kamar Momota sekitar pukul 06.00 pagi pada tahun Oktober 2018.
Atas kejadian itu, banyak publik mengira Momota dan Fukushima menjalin asmara. Namun, kabar itu langsung diluruskan klub Momota, NTT East. Mereka menyebut Momota dan Fukushima hanya mengobrol karena merupakan rekan satu pelatnas.
Setelah lama tak terdengar, kabar soal hubungan keduanya kembali mencuat menjelang Olimpiade Tokyo 2020 lalu. Hal itu diketahui dari sebuah majalah Jepang bernama Josi Seven menyebut keduanya kembali menjalin kedekatan.
Detik-Detik Viktor Axelsen Pamer Pukulan Sakti di Final Denmark Open, Kento Momota Tersenyum
Majalah itu mengklaim mempunyai sumber-sumber terpercaya mengenai hubungan Momota dan Fukushima. Namun hingga kini, baik Momota dan Fukushima tidak memberikan konfirmasi soal kabar itu.
Kento Momota Ketakutan Jumpa Pebulutangkis Satu Ini: Rival Taufik Hidayat
Bahkan, Momota tidak menyebut nama Fukushima ketika ditanya siapa pebulu tangkis cantik yang memiliki senyum menawan. Momota tanpa ragu menyebut tunggal putri asal Thailand Ratchanok Intanon sebagai pebulu tangkis dengan senyuman terbaik.
"Senyuman terbaik, Ratchanok Intanon," kata Momota dikutip dari video yang diunggah di akun Youtube BWFTV, dilihat, Senin (25/10/2021).
Viktor Axelsen Susah Payah Libas Kento Momota: Pertarungan Mental yang Gila!

Pilihan Momota itu bukan tanpa alasan. Intanon memang kerap memamerkan senyuman manisnya ketika sedang bertanding atau di media sosial.
Selain Momota, pebulu tangkis Jepang lainnya, Nozomi Okuhara juga menyebut Intanon sebagai pemain dengan senyuman menawan.
Viktor Axelsen Juara Denmark Open 2021 usai Libas Kento Momota
Editor: Ibnu Hariyanto