Kejuaraan Motocross Trial Game Dirt 2025 Siap Digelar, Dijamin Kompetitif!
Tiga di antaranya merupakan kelas utama yang akan diikuti dan jadi incaran rider-rider elite nasional, yaitu kelas FFA Open, Campuran Open, dan Campuran Non-Seeded. Sementara satu lagi adalah kelas tambahan FFA Master.
“Secara regulasi masih tetap mengadopsi seperti tahun-tahun sebelumnya yakni catatan waktu tercepat dari semua rider di tiap kelas, akan dikonversi dan diakumulasi sebagai poin,” imbuh Abed.
Perihal putaran perdana yang akan segera berlangsung di Semarang, Abed menyebut bukan perkara mudah untuk menaklukkan Sirkuit Lapangan Garnisun. Pasalnya di tahun ini ada sejumlah perubahan teknis, mulai dari layout trek hingga penempatan beragam obstacle yang disesuaikan dengan luas lapangan, maupun lintasan yang memiliki panjang lebih dari 800 meter untuk dua lap.
Keberadaan obstacle yang beragam juga jadi salah satu daya tarik utama buat para penggemar Trial Game Dirt. Pasalnya aksi-aksi ekstrim dari para crosser kerap muncul di sini. Tak jarang, kelihaian dalam menaklukkan obstacle jadi penentu torehan waktu para peserta. Abed menyebut tahun ini varian obstacle macam double car jump, jumpingan patah, giant table top, titian kobra, jumpingan kurma royal, jumping tong, hingga bigfoot jump siap jadi tantangan buat para peserta.
“Selain itu karakter Sirkuit Lapangan Garnisun ini berupa campuran tanah dan pasir, sehingga faktor teknis bisa sangat menentukan. Para pembalap harus benar-benar mengenali lintasannya, pintar men-setting motornya serta memilih tipe ban yang tepat,” ujarnya.
Editor: Reynaldi Hermawan