Kasus Jewer Kuping Pelatih Biliar, POBSI Sumut: Harusnya Tak Sampai Ranah Hukum
Sebenarnya kata Salomo, tindakan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi terhadap Coki merupakan kedekatan antara ayah dengan anak. Sayangnya, Coki menanggapi reaksi sang gubernur dengan serius. "Saya tidak membela Gubsu tapi kalau kita jujur gaya dan style kepemimpinan Edy Rahmayadi memang begitu, kita harus maklum," kata Salomo.
Bahkan kata Salomo, Edy Rahmayadi sudah mengatakan bahwa aksi pegang kuping tersebut merupakan jewer sayang. Dia pun tidak menyangka persoalannya panjang dan melebar ke mana-mana hingga sekarang.
Lagi pula, kata Salomo upaya mediasi sudah dilakukan KONI Sumut dan POBSI Sumut kepada Coki agar persoalan tersebut tidak terlalu diangkat ke permukaan. Namun Coki tetap dengan pendiriannya membawa ke ranah hukum.
Terkait pernyataan Coki bahwa tidak ada bantuan pemerintah berupa peralatan ke POBSI Sumut, Salomo membantah bahwa itu salah. Menurut Salomo, POBSI Sumut sudah pernah mendapat bantuan empat unit meja biliar dari Pemprovsu melalui Disporasu dan KONI Sumut. Bantuan tersebut yakni meja divisi pool, snooker dan caroom, hingga sekarang meja biliar tersebut masih layak digunakan.
Sementara Ketua Harian Pengprov POBSI Sumut yang juga Pelatih Kepala POBSI Sumut Achmad Fadil Nasution ST mengatakan kasus yang dialami Coki harus dipisahkan dengan keberadaan Pengrov POBSI Sumut secara organisasi. "Kasus Coki adalah persoalan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan POBSI secara organisasi," kata Achmad.