Imigrasi RI Siapkan Jalur Kilat untuk Artis dan Atlet Asing, Apa Dampaknya?
JAKARTA, iNews.id - Imigrasi Indonesia siapkan jalur fast track bagi atlet olahraga dan artis asing yang tampil di Tanah Air untuk mempercepat proses kedatangan mereka.
Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menegaskan layanan ini dibuat untuk memperlancar arus masuk tamu internasional yang terlibat dalam berbagai event di Indonesia.
Dirjen Imigrasi Hendarsam Marantoko menjelaskan sistem fast track akan memangkas waktu pemeriksaan saat kedatangan di pintu masuk negara.
“Yang pasti kan fast track, ya kan. Jadi alur ketika masuk, ya sudah mereka langsung masuk saja,” ujarnya di Jakarta.
Daftar 4 Pemain Langganan STY Dibuang John Herdman, Ada Pemilik Lemparan Roket
Dia menambahkan perlakuan khusus ini diberikan karena kontribusi para atlet dan artis asing dianggap membawa nilai tambah bagi Indonesia.
“Seperti analoginya kalau diplomat luar saja kita muliakan mereka, ya artis, performer, dan mereka yang memberikan nilai tambah kepada kita juga kita muliakan. Kita beri kemudahan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Persib Kehilangan 2 Pemain jelang Hadapi Bhayangkara FC
Selain jalur cepat, Imigrasi juga menyiapkan tim khusus untuk menangani seluruh proses administrasi mulai dari visa hingga pengawasan selama berada di Indonesia.
Tim ini akan bekerja sejak tahap awal pengajuan visa hingga proses kedatangan di bandara.
Timnas Indonesia U-20 Dibantu 7 Pemain Diaspora di Piala AFF U-19 2026, Siapa Saja?
Hendarsam juga menunjuk Person in Charge (PIC) khusus di bidang seni dan olahraga untuk memperkuat koordinasi.
PIC tersebut bertugas sebagai penghubung antara Imigrasi dan penyelenggara acara internasional di Indonesia.
MU Siapkan Tiga Pemain untuk Tukar Tambah dengan Rafael Leao, AC Milan Pilih Siapa?
Menurut dia, banyak kendala sebelumnya muncul akibat komunikasi yang kurang efektif antara pihak terkait.
“Jadi kuncinya sebenarnya komunikasi. Kalau komunikasi berjalan baik, masalahnya kan seringnya orang bingung harus berhubungan dengan siapa. Karena itu kami bentuk tim PIC,” ucapnya.
Dia menegaskan kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat posisi Indonesia sebagai tuan rumah berbagai event internasional.
Imigrasi ingin berperan sebagai fasilitator pembangunan, terutama di sektor seni, budaya, dan olahraga.
“Kami mencoba menghidupkan tugas dan fungsi kami sebagai fasilitator pembangunan. Ruangnya luas, termasuk seni, budaya, pertunjukan, dan olahraga,” jelasnya.
Hendarsam juga menyoroti pentingnya efisiensi sistem keimigrasian agar tidak mengganggu agenda internasional.
Dia mengingatkan dampak buruk jika terjadi keterlambatan kedatangan kontingen atau artis sebelum acara dimulai.
“Coba bayangkan kalau H-1 masih ada kontingen yang belum bisa masuk, itu akan sangat buruk bagi citra Indonesia di mata dunia,” tegasnya.
Kebijakan fast track ini diharapkan memperkuat kepercayaan global terhadap Indonesia sebagai tuan rumah event internasional berskala besar.
Editor: Reynaldi Hermawan