Hector Souto Tolak Disebut Pencetak Sejarah usai Indonesia Tembus Final Piala Asia Futsal 2026
“Saya tidak menciptakan sejarah. Saya bukan pembuat sejarah. Tim saya-lah yang menciptakan sejarah. Ini bukan soal satu orang, tetapi semua pihak,” kata Souto.
“Saya mulai agak lelah dengan istilah ‘pembuat sejarah’ yang selalu dikaitkan dengan Hector Souto. Ini kerja semua orang. Bukan hanya pemain yang ada di sini,” sambungnya.
Souto kemudian menyebut sejumlah nama pemain yang pernah menjadi bagian penting Timnas Futsal Indonesia. Dia menyinggung kontribusi Evan Soumilena, Muhammad Syaifullah, Andarias Kareth, Guntur Sulistyo, Dipo Arrahman, Imam Anshori, hingga Muhammad Albagir.
Menurut dia, fondasi kuat Timnas Futsal Indonesia dibangun dari proses panjang yang melibatkan banyak generasi pemain. Hasil yang diraih saat ini merupakan kelanjutan dari kerja keras tersebut.
Pelatih berusia 43 tahun itu juga menekankan peran federasi, staf pelatih, ofisial, dan seluruh elemen pendukung tim. Dia menilai keberhasilan ini tidak mungkin tercapai tanpa sinergi semua pihak.