Fajar/Fikri Lolos 16 Besar Singapore Open 2026, Menang Tapi Ungkap Borok Permainan
Tekanan belum berhenti pada awal gim kedua. Fajar mengakui dirinya kehilangan ketenangan dan terlalu terburu-buru saat mencari pola permainan yang tepat untuk keluar dari tekanan pasangan Taiwan.
“Di gim kedua awal, terutama saya terburu-buru, panik memikirkan strategi permainan apa yang harus diterapkan. Tertinggal di interval, alhamdulillah kami bisa sedikit demi sedikit mengejar dan membalikkan kedudukan,” kata Fajar.
Perubahan pendekatan akhirnya membawa hasil. Instruksi pelatih untuk menaikkan tempo permainan mulai dijalankan demi mematahkan strategi bertahan lawan yang solid sebelum melancarkan serangan balik cepat.
“Pelatih terus instruksikan kami untuk bermain cepat karena mereka menerapkan permainan bertahan lalu balik serang. Mereka mempunyai permainan yang sangat safe dan penempatannya menyulitkan hari ini, tapi kami terus memaksa mereka untuk bermain adu drive,” ujar Fajar.
Fikri menilai faktor mental menjadi pembeda utama dalam pertandingan tersebut. Situasi tertinggal jauh pada awal gim kedua sempat menekan, namun kepercayaan diri dan komunikasi menjadi kunci kebangkitan.