Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia Tembus Final BWF World Junior Championships 2025 usai Bungkam Tuan Rumah!
Advertisement . Scroll to see content

Daftar Tunggal Putra Indonesia yang Pernah Juara Dunia, Nomor 3 Punya Smash Melegenda

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 14:11:00 WIB
Daftar Tunggal Putra Indonesia yang Pernah Juara Dunia, Nomor 3 Punya Smash Melegenda
Kiprah pebulu tangkis Indonesia di Kejuaraan Dunia BWF terbilang cukup gemilang. Salah satunya Hariyanto Arbi. (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

3. Hariyanto Arbi

Hariyanto Arbi. (foto: Instagram/Hariyanto Arbi)
Hariyanto Arbi. (foto: Instagram/Hariyanto Arbi)

Selanjutnya ada Hariyanto Arbi yang juga mengharumkan nama Indonesia dalam ajang Kejuaraan Dunia BWF. Pebulu tangkis asal Kudus, Jawa Tengah ini memang sudah aktif bermain bulu tangkis sejak kecil. Bahkan dari temannya ia mendapatkan julukan Sang Pemilik Smash 100 Watt.

Hariyanto Arbi merupakan salah satu ikon kebanggaan tunggal putra Indonesia dan ia tercatat memiliki banyak capaian prestasi. Di Kejuaraan Dunia BWF tahun 1995 yang digelar di Lausanne, Swiss, Hariyanto Arbi sukses meraih medali emas setelah mengalahkan Park Sung-woo dari Korea Selatan. Prestasi lain yang pernah ia peroleh di antaranya adalah juara Piala Thomas selama 4 kali (1994, 1996, 1998, 2000), juara All England selama 2 kali (1993 dan 1994)

4. Joko Suprianto

Joko Suprianto memulai karier dalam dunia bulu tangkis pada tahun 1985 dan mulai masuk ke bulu tangkis profesional pada tahun 1990 hingga 2002. Di tahun ketiga memasuki bulu tangkis profesional, Joko Suprianto berhasil memenangi Kejuaraan Dunia BWF. Ia meraih medali emas pada penyelenggaraan Kejuaraan Dunia BWF tahun 1993 di nomor tunggal putra. Dalam pertandingan tersebut, Joko bertanding menghadapi Hermawan Susanto yang juga merupakan atlet tunggal putra Indonesia.

Selanjutnya, Joko Suprianto juga memiliki beberapa catatan prestasi lainnya. Pada tahun 1994, 1996, dan 1998, Joko Suprianto berhasil menjuarai Piala Thomas berturut-turut. Sedangkan di tahun 1996, Joko berkesempatan mengikuti Olimpiade di Atlanta, namun ia gagal membawa pulang medali.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut