Campus League Season 1 Dimulai, Indonesia Bangun Ekosistem Atlet Mahasiswa
Dukungan dari berbagai pihak turut memperkuat langkah ini. Salah satunya datang dari Bayan Group melalui Bayan Peduli. Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, menekankan pentingnya investasi pada pengembangan manusia.
“Kami percaya bahwa investasi terbaik adalah pengembangan manusia. Melalui kompetisi terstruktur seperti Campus League, kita tidak hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan sportivitas generasi muda,” ujarnya.
Hasil Liga Italia: Emil Audero Tak Tersentuh! Cremonese Ditahan Torino di Laga Krusial
Selain itu, Polytron juga ambil bagian dalam mendukung ekosistem ini melalui penyediaan infrastruktur teknologi bagi mahasiswa. Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo, menyebut olahraga kampus sebagai miniatur dunia profesional.
“Laptop ini dirancang khusus sesuai kebutuhan mahasiswa dengan mobilitas tinggi, mengunggulkan desain ringan, daya tahan baterai awet, dan performa tangguh. Kami menyadari bahwa sebagian besar atlet mahasiswa akan merintis karier gemilang di luar arena olahraga,” ucapnya.
Hasil Lengkap Liga Italia: Napoli Dikalahkan Lazio, AS Roma Ditahan Atalanta
Campus League juga memiliki roadmap jangka panjang yang dibagi dalam tiga fase. Fase pertama fokus membangun fondasi ekosistem hingga 2028. Fase kedua mengembangkan sistem kompetisi lebih kompleks, termasuk laga kandang-tandang. Sementara fase ketiga mengarah pada ekspansi global dan keberlanjutan liga.
Musim 1 Campus League menjadi lompatan besar dibanding edisi sebelumnya. Jika sebelumnya hanya digelar di dua kota, kini kompetisi meluas ke lima regional, yakni Jakarta, Samarinda, Bandung, Semarang, dan Surabaya.