5 Pebulu Tangkis Legendaris Indonesia yang Paling Ditakuti di Dunia, Nomor 2 Raja All England
Sepanjang karirnya, King mengoleksi beberapa trofi bergengsi seperti tiga gelar juara All England (1978,1979,1981), medali emas Asian Games 1978, hingga Piala Thomas dan masih banyak lagi gelar yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Berkat prestasinya itu, pria yang kini berusia 65 tahun itu dianugerahi penghargaan Hall of Fame oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang menunjukkan bahwa dia merupakan salah satu pebulu tangkis terbaik sepanjang sejarah.
2. Rudy Hartono

Sebelum era Liem Swie King, Indonesia memiliki seorang pemain yang sangat pantas disebut sebagai legenda, yakni Rudy Hartono. Pasalnya, Rudy sangat berprestasi hingga masuk ke dalam Guiness Book of World Record atas torehan delapan gelar All England dan empat gelar Piala Thomas.
Pria kelahiran Surabaya ini memiliki gaya permainan yang cepat dan kuat sehingga mampu menguasai pertandingan dengan mudah dan membuat lawan keteteran. Bahkan, karena sudah berprestasi dari usia belia, dia dijuluki ‘Wonderboy’ oleh banyak orang.
Selama berkarir di dunia tepok bulu, Rudy meraih 23 gelar juara turnamen dunia dari tiga nomor pertandingan yang berbeda, yaitu tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran. Lalu, pada Olimpiade Munich 1972, dia berhasil menyabet medali emas. Namun, karena adanya sebuah insiden Olimpiade itu tidak dilanjutkan hingga selesai dan membuat medali yang telah diraihnya itu tidak masuk dalam hitungan.
Dengan sederet prestasinya itu, bisa dilihat bahwa pria bernama lahir Nio Hap Liang itu sangat disegani oleh lawan pada masanya. Dan tak diragukan lagi bahwa Rudy adalah salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.