Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : F4 Konser di Jakarta Mei 2026, Segini Harga Tiketnya!
Advertisement . Scroll to see content

5 Pebulu Tangkis Legendaris Indonesia yang Paling Ditakuti di Dunia, Nomor 2 Raja All England

Jumat, 10 Desember 2021 - 15:51:00 WIB
5 Pebulu Tangkis Legendaris Indonesia yang Paling Ditakuti di Dunia, Nomor 2 Raja All England
Pebulutangkis legendaris Indonesia Rudy Hartono. Foto: Istimewa
Advertisement . Scroll to see content

Sepanjang karirnya, King mengoleksi beberapa trofi bergengsi seperti tiga gelar juara All England (1978,1979,1981), medali emas Asian Games 1978, hingga Piala Thomas dan masih banyak lagi gelar yang tidak bisa disebutkan satu per satu. Berkat prestasinya itu, pria yang kini berusia 65 tahun itu dianugerahi penghargaan Hall of Fame oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang menunjukkan bahwa dia merupakan salah satu pebulu tangkis terbaik sepanjang sejarah.

2. Rudy Hartono

Rudy Hartono merupakan salah satu pebulu tangkis terbaik yang dimiliki Indonesia. Hanya Svend Pri (memegang piala) yang bisa mengalahkannya di All England. (foto: nationalbadmintonmuseum.com)
Rudy Hartono merupakan salah satu pebulu tangkis terbaik yang dimiliki Indonesia. Hanya Svend Pri (memegang piala) yang bisa mengalahkannya di All England. (foto: nationalbadmintonmuseum.com)

Sebelum era Liem Swie King, Indonesia memiliki seorang pemain yang sangat pantas disebut sebagai legenda, yakni Rudy Hartono. Pasalnya, Rudy sangat berprestasi hingga masuk ke dalam Guiness Book of World Record atas torehan delapan gelar All England dan empat gelar Piala Thomas.

Pria kelahiran Surabaya ini memiliki gaya permainan yang cepat dan kuat sehingga mampu menguasai pertandingan dengan mudah dan membuat lawan keteteran. Bahkan, karena sudah berprestasi dari usia belia, dia dijuluki ‘Wonderboy’ oleh banyak orang.

Selama berkarir di dunia tepok bulu, Rudy meraih 23 gelar juara turnamen dunia dari tiga nomor pertandingan yang berbeda, yaitu tunggal putra, ganda putra dan ganda campuran. Lalu, pada Olimpiade Munich 1972, dia berhasil menyabet medali emas. Namun, karena adanya sebuah insiden Olimpiade itu tidak dilanjutkan hingga selesai dan membuat medali yang telah diraihnya itu tidak masuk dalam hitungan.

Dengan sederet prestasinya itu, bisa dilihat bahwa pria bernama lahir Nio Hap Liang itu sangat disegani oleh lawan pada masanya. Dan tak diragukan lagi bahwa Rudy adalah salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut