3 Tunggal Putri Indonesia Gemilang di Kejuaraan Dunia 1980, Ada yang Jadi Kasir usai Pensiun
Di masa puncaknya, Verawaty menyabet juara di seluruh sektor dalam berbagai kompetisi dunia. Ia tercatat pernah menjuarai Dutch Open 1977 dalam ganda putri bersama Imelda Wiguna. Tidak cukup sampai di situ, pasangan ini pun membabat habis kejuaraan All England 1979 dengan mengalahkan perwakilan Jepang Atsuko Tokuda/Mikiko di final.
Nama Verawaty Fajrin semakin memuncak kala ia berhasil menjadi juara pada Kejuaraan Dunia 1980 yang dihelat di Jakarta. Di final tunggal putri, Verawaty berhadapan dengan rekan senegara, Ivanna Lie. Dengan skor 11-1 dan 11-3, kemenangan berhasil diraih Verawaty sehingga dirinya berhak atas medali emas.
Lagi, Verawaty menjadi finalis dalam ganda campuran bersama Eddy Hartono pada Kejuaraan Dunia 1989, namun hanya mampu meraih medali perak. Sang legenda bulu tangkis Indonesia tersebut meninggal dunia pada 21 November 2021 lalu akibat kanker paru-paru.
2. Ivanna Lie
Ivanna Lie merupakan pemain bulu tangkis andalan Indonesia di era 1980-an. Bermula dari menjuarai Kejuaraan Daerah, Ivanna berhasil masuk ke pelatnas PBSI pada tahun 1976. Perjuangannya untuk bisa mengikuti kompetisi internasional tidak semudah yang dikira. Berniat untuk mengharumkan nama Indonesia, Ivanna justru terhalang masalah paspor dan kewarganegaraan.
Namanya mulai dilirik usai memenangkan Denmark Open 1979 dan Sea Games 1979. Pada Kejuaraan Dunia 1980, Ivana Lie berhasil menjadi finalis usai menundukkan Lene Koppen dari Denmark. Di babak final, terjadi all Indonesian final karena Ivanna Lie bertemu lawan yang merupakan rekan senegaranya, Verawaty Fajrin. Setelah bertanding dua gim dengan skor 11-1 dan 11-3, Ivanna Lie takluk oleh kelihaian Verawaty. Ia pun harus puas dengan raihan medali perak.