Usai Pilpres, Intelektual DIY Serukan Jaga Persatuan dan Kesatuan
"Harus bisa menahan diri dari mengeluarkan pernyatan-pernyataan yang bisa memperkeruh suasana dan melahirkan kontroversi di masyarakat," ujar dia.
Rektor Universitas Widya Mataram Yogyakarta, Eddy Suandi Hamid mengatakan, seruan ini diperlukan untuk menenangkan masyarakat. Warga harus diberikan pemahaman yang benar agar tetap beraktivitas seperti biasa.
Saat ini ada sebagian elite menyerukan gerakan-gerakan, yang mana dikhawatirkan menimbulkan keresahan, permusuhan di masyarakat. Seruan ini, kata dia, untuk mengingatkan pihak yang tidak puas, bahwa ada jalur konstitusional.
"Seruan ini bisa mengingatkan agar yang tidak puas harus menempuh jalur konstitusional," katanya.
Sementara itu, Rektor Univeritas Nahdlatul Ulama (UNU) DIY, Purwo Santoso mengatakan, pelaksanaan proses teknis pemilu sudah berlangsung dan masyarakat telah menggunakan hak pilihnya dengan baik,
"Kepercayaan yang sudah diberikan kepada rakyat atas pilihannya patut dihormati," ujar dia.
Sebelumnya, seruan moral para intelektual ini dihadiri oleh para akademisi dan pimpinan perguruan tinggi di DIY. Deklarasi tersebut berlangsung di Balairung UGM Yogyakarta, Senin (6/5/2019).
Editor: Andi Mohammad Ikhbal