Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Oknum Guru Besar Unpad Diduga Lecehkan Mahasiswa Asing, Ini Respons Rektor
Advertisement . Scroll to see content

UMY Tambah 2 Guru Besar Bidang Ilmu Pemerintahan dan Akuntansi

Minggu, 26 Februari 2023 - 10:12:00 WIB
UMY Tambah 2 Guru Besar Bidang Ilmu Pemerintahan dan Akuntansi
UMY mengukuhkan Eko Priyo Purnomo sebagai guru besar Bidang Ilmu Pemerintahan dan Bambang Jatmiko sebagai Guru Besar bidang Ilmu Akuntansi. (foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

SLEMAN, iNews.id - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menambah dua guru besar Eko Priyo Purnomo sebagai guru besar Bidang Ilmu Pemerintahan dan Bambang Jatmiko sebagai Guru Besar bidang Ilmu Akuntansi. Saat ini UMY sudah memiliki 20 guru besar dan 7 calon guru besar.  

“Ini merupakan karunia yang luar biasa, bahkan pada saat masa pandemi lulusan doktor yang melampaui target dan perolehan guru besar lektor kepala yang juga memenuhi target,” ujar Rektor UMY Gunawan Budiyanto di sela pengukuhan guru besar, Sabtu (256/2/2023).

Menurut Gunawan, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V DIY sudah membuka kesempatan kepada perguruan tinggi untuk berkembang dalam segala aspek. Ini menjadi kesempatan yang luar biasa yang harus dimanfaatkan. 

“Kami akan komitmen untuk meningkatkan sumber daya manusia. Aset terpenting itu bukan fasilitas gedung dan sebagainya tapi aset penting itu adalah SDM, ” tutur Gunawan.

Sementara itu Eko Purnomo dalam orasi ilmiahnya mengatakan, ketimpangan sosial di lingkungan masyarakat salah satunya disebabkan oleh ketidakadilan aksesibilitas di berbagai bidang seperti pendidikan dan kesehatan yang tidak merata. 

“Ketimpangan yang muncul dalam sektor pemerintahan ini bisa kita lihat dari angka korupsi dan kemiskinan di Indonesia yang semakin meningkat, baik secara relatif maupun absolut,” ujar Eko.

Menurut Eko, salah satu cara untuk mengukur ketidakadilan adalah dengan Human Development Index (HDI). Di negara maju, angka HDI hampir di atas 90 persen, sementara di negara miskin hanya sekitar 60 persen. 

“Inilah yang perlu ditata kembali, dengan program mengenai sustainable development,”  katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut