Kebijakan ini kata dia, untuk kebaikan bersama dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Malioboro. Bukan untuk mematikan, namun justru ingin menghidukan Malioboro sebagai kawasan utama di Yogyakarta.
“Contohnya seperti dulu saat memindahkan lokasi parkir. Banyak yang menolak, tapi sekarang buktinya lebih baik. Makanya, uji coba ini akan kami lakukan berkali-kali untuk membiasakan,” kata Heroe.
Terkait lokasi kantong parkir, Wawali masih akan membicarakannya dengan Pemprov DIY. Saat ini telah disiapkan lokasi parkir Abu Bakar Ali di Beskalan, kemudian di Perwakilan, Senopati dan Serwadani.
Terlepas dari kebijakan ini, terpantau sejumlah jalur penopang di Malioboro menjadi cukup padat. Seperti di Jalan Mataram dan sekitar Kauman. Bahkan beberapa jalur lain yang terdampak pengalihan menjadi padat kendaraan.
Editor: Donald Karouw