UGM Kirim 100 Implan Penyambung Tulang untuk Korban Gempa Palu
Kondisi ini menjadikan kebutuhan implan patah tulang sangat banyak dan mendadak. Untuk itulah diperlukan industri dalam negeri yang siap memenuhi kebutuhan implan saat bencana. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan saat bencana, tetapi juga untuk kebutuhan akibat kecelakaan di jalan raya dan di tempat kerja.
Pengembangan implan penyambung tulang ini mendapatkan dukungan pendanaan dari Dikti dan UGM, melibatkan peneliti dari Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) FT UGM, bekerja sama dengan peneliti dari Bagian Ortopedi dan Traumatologi RSUP Sardjito, dan Fakultas Kedokteran UGM. Tim peneliti bekerja dalam group riset CIMEDs yang berpusat di Laboratorium Material DTMI FT UGM.
“Kami sedang mempersiapkan kaki palsu hasil pengembangan di grup riset ini untuk disumbangkan korban cedera kaki pasca bencana,” ujar Suyitno.
Editor: Maria Christina