UGM Gratiskan Kuliah Mahasiswa Korban Gempa Sulteng dan Lombok
“Kita juga bantu mereka menjadi tenaga administrasi paruh waktu, dengan harapan mereka mendapat honor yang bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidupnya,” kata Panut.
Menuru Panut, UGM siap menerima mahasiswa dari kampus di daerah bencana untuk belajar di UGM. Kesempatan belajar ini menjadi fasilitasi bidang pendidikan dan pengajaran bagi mahasiwsa di daerah tetap berlangsung. “Duka Palu dan Lombok adalah duka kita semua, kita bahu membahu membantu agar bisa kembali ke dalam kehidupan normal seperti sebelumnya,” katanya.
Salah satu mahasiswa asal Lombok, Faesal Fathurahman, mengatakan kebijakan yang diberikan kepada mahasiswa sangatlah meringankan. Sebab keluarganya di Lombok telah menjadi korban gempa. “Kita sangat terbantu dengan kebijakan UGM seperti ini,” ucap mahasiswa Fisipol ini.
Hal senada juga disampaikan Angga Pradan. Mahasiswa Fisipol UGM dari Palu itu berharap kebijakan tersebut tidak hanya satu semester. Namun bisa diperpanjang, karena keluarga di Palu butuh masa recovery yang lama.
Editor: Kastolani Marzuki