Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Info Loker Jogja Terbaru 2026: Peluang Terbuka di Sektor Jasa, Gaji Sesuai UMK
Advertisement . Scroll to see content

UGM Diisukan Ancam DO Mahasiswa Gara-Gara Seminar, Begini Kata Rektor

Senin, 15 Oktober 2018 - 19:01:00 WIB
UGM Diisukan Ancam DO Mahasiswa Gara-Gara Seminar, Begini Kata Rektor
Rektor UGM Yogyakarta Panut Mulyono ( dua kanan) saat klarifikasi isu DO kepada mahasiswanya terkait seminar kebangsaan. (Foto: iNews.id/Kuntadi)
Advertisement . Scroll to see content

Surat permohonan peminjaman auditorium diajukan pada Kamis (11/10/2018) lalu. Awalnya pihak fakultas yang mengira kegiatan tersebut diadakan oleh BEM, dan secara lisan menyatakan memberikan izin. Namun setelah diketahui, acara tersebut bukan diselenggarakan oleh BEM, pengurus fakultas membatalkan izin tersebut. “Untuk pihak luar prosedurnya memang berbeda. Surat permohonan seharusnya diajukan sekurang-kurangnya 7 hari sebelumnya,” katanya.

Ketua BEM, Angger M Ghozwan Hanif memastikan pihaknya bukanlah penyelenggara seminar tersebut. BEM Fakultas Peternakan UGM juga tidak pernah mengeluarkan publikasi dalam bentuk apa pun, termasuk poster yang telah beredar dengan adanya kop dari BEM. “Saya tegaskan ini bukan kegiatan BEM, kami hanya membantu panitia dalam mengurus permohonan izin,” ucap Angger.

Wakil Rektor UGM Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Kemahasiswaan, Djagal Wiseso Marseno, berharap  peristiwa ini menjadi bahan pembelajaran bagi mahasiswa untuk belajar bertanggung jawab atas apa yang sudah dikerjakan.

UGM terbuka untuk menyediakan panggung diskusi yang melibatkan tim sukses masing-masing kandidat pemilihan presiden. Sepanjang dalam kerangka akademis dan dengan prosedur yang tepat. “Silakan bagi pihak-pihak mana pun yang ingin melakukan diskusi. Tugas kampus adalah untuk menggali keilmuan termasuk ilmu politik,” ujar Djagal. 

Sebelumnya seminar ini akan mengundang dua narasumber Ferry Mursyidan Baldan dan Sudirman Said. Dua orang ini merupakan tim kampanye Prabowo-Sandiaga Uno. Pembatalan ini menuai reaksi dari para politisi di Jakarta yang berkembang dengan isu adaya ancaman DO bagi mahasiswa yang menjadi panitia.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut