TGB Zainul Majdi : Kiai Munawwir Krapyak Menanam Pohon yang Buahnya Tak Kenal Musim
“Para santri harus memiliki semangat yang sama dengan beliau,” ucapnya.
TGB mengatakan, perjuangan yang dilakukan Kiai Munawwir, mengingatkannya dengan ungkapan di dalam Alquran yaitu kalimatan tayyibatan. Ponpes Al Munawwir merupakan kalimatan tayyibatan, memiliki akar yang kuat. Batang dan dahannya menjulang tinggi.
“Dan buahnya tak mengenal musim. Ini buah dari perjuangan Almaghfurlah,” imbuhnya.
Lebih lanjut, mungkin belum ada yang menghitung secara pasti jumlah santri dan santriwati yang dicetak oleh Ponpes Al Munawwir. Belum lagi santri-santri tersebut kembali mencetak santri atau menjadi kiai-kiai besar.
“Beliau melahirkan Kiai Arwani di Kudus. Ada lagi Ponpes Pandanaran, belum lagi di tempat lain. Itu adalah paku-paku kemudian melahirkan kembali pondok pesantren yang lain,” ucapnya.