Terjebak Macet, Korban Tsunami Asal Kulonprogo Dimakamkan Tengah Malam
"Tidak ada firasat, dia hanya pamit ingin berlibur. Di sana ada anak cucu yang bekerja," ujar dia.
Mbah Isti merupakan satu dari ratusan korban meninggal akibat bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam.
Saat itu, dia bersama enam anggota keluarganya berada di sebuah hotel Pantai Tanjung Lesung, mengikuti gathering Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Serang ketika tsunami datang.
Anak Mbah Isti, Puji Astuti dan Arif Roikhan serta cucunya, Ifa, saat ini masih mnejalani perawatan intensif. Sedangkan dua cucunya yang lain Hafiz dan Ramadhan hanya mengalami luka ringan.
Jasad Isti baru bisa diidentifikasi pada Senin (24/12/2018) setelah pihak keluarga mencari-cari di rumah sakit. Mereka yang kemudian mengenali jenazah tersebut merupakan orang tuanya, langsung memastikan ke pihak rumah sakit agar disiapkan pemulangan korban.
Setelah dimandikan, jasad ibu lima anak ini diberangkatlan ke Kabupeten Kulonprogo, DIY melalui jalur darat. Lantaran kondisi arus lalu lintas yang padat, mobil ambulans yang membawa korban baru tiba di rumah duka pada dini hari tadi.
Tidak lama jenasah Isti disemayamkan di rumah duka, hanya sekadar memberi kesempatan warga sekitar yang ingin melayat, dan mensalatkan. Keluarga kemudian membawanya ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jogobayan, di Kecamatan Seworan dini hari tadi.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal