Tergusur Proyek Kereta Bandara YIA, Warga di Kulonprogo Minta Kompensasi Rp4 Juta per Meter
Warga yang lain, Siti Muniah mengaku proyek pengadaan lahan kereta bandara akan menggusur dua kios yang dipakai untuk berjualan makanan. Kios ini berdiri di atas tanah kas desa dan dibangun sejak 2015 lalu. Setiap harinya dia mampu mendapatkan penghasilan hingga Rp100 ribu.
Sebagai warga biasa, Siti hanya bisa pasrah dengan rencana pemerintah. Namun dia harap jika nanti tergusur diberikan tempat usaha baru, agar roda ekonomi keluarganya tetap berputar.
"Harapannya ada tempat relokasi usaha. Saya yang kena cuma kios ini, kalau rumah tidak kena," kata dia.
Kepala Desa Kaligintung, Hardjono mengatakan, warga sudah pernah mendapat sosialisasi adanya rencana penggusuran tersebut. Tim independen juga sudah melakukan survei untuk menghitung besaran kompensasi yang akan diberikan.
"Kompensasi ini akan diberikan dengan konsep ganti untung, bukan ganti rugi," ujar dia.
Dari hasil pendataan ini, kata kades, akan menjadikan penentu besaran kompensasi yang akan diberikan. Menurut dia, harganya nanti diberikan lebih tinggi dari harga pasaran supaya warga dapat mencari lahan pengganti.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal