Tempati Sekolah Darurat, Siswa Semangat Ikuti USBN di Relokasi Bandara
"Insya Allah semuanya (ujian) lancar," ujarnya.
Kondisi bangunan rumah warga yang disulap menjadi sekolah untuk menyelenggarakan USBN sangat terbatas. Antarruangan disekat menggunakan lemari dan papan. Pencahayaan yang kurang dan sirkulasi udara tidak bagus membuat suasana ujian tidak nyaman.
"Agar ujian lebih nyaman, kami pasang lampu dan kipas angin," kata Kepala SDN 3 Glagah Joko Susilo.
Menurutnya, pembangunan bandara tidak mengganggu proses belajar dan mengajar di sekolahnya. Bunyi alat berat yang menggema hingga getaran dari pekerjaan fisik tidak menyurutkan siswa untuk tekun belajar. Pihak sekolah memberikan pola pembelajaran yang sama kepada semua siswanya. Sekolah sama sekali tidak menyinggung soal proyek bandara. Apalagi ada sebagian dari siswa berasal dari keluarga penolak bandara.
"Meskipun warga menolak pembangunan bandara, mereka tetap memprioritaskan anak-anaknya untuk mendapatkan hak pendidikan," tuturnya.
Editor: Achmad Syukron Fadillah