Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas 2 Kilometer, Status Siaga
Advertisement . Scroll to see content

Takut Letusan Susulan, Warga Lereng Merapi Bertahan di Pengungsian

Kamis, 24 Mei 2018 - 01:13:00 WIB
Takut Letusan Susulan, Warga Lereng Merapi Bertahan di Pengungsian
Puluhan pengungsi menyantap makanan di lokasi pengungsia Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman, DIY. (Foto: iNews.id/Heru Trijoko)
Advertisement . Scroll to see content


Kendati masih mencukupi untuk keperluan pengungsi baik untuk makan pagi atau sahur hingga makan malam atau saat berbuka puasa, pihak pemerintah desa telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah sleman untuk bisa mendapatkan bantuan.

Salah seorang pengungsi, Margiyanti menuturkan, kebutuhan mendesak bagi pengungsi saat ini adalah alat keperluan memasak. “Yang diperlukan kalau sekarang terutama peralatan memasak dan makan minum masih banyak yang pinjam. Kalau untuk masakannya ya apa adanya,” katanya.

Perangkat Desa Glagaharjo, Heri Prasetyo mengatakan, logistik kebutuhan makan tidur sementara terpenhui dari pemda. “Kalau kurang ini bagian pengadaan juga cari kebutuhan lain. Untuk dapur umum kerja sama komunitas Yogya, ibu-ibu PKK. Tiap hari masak untuk sarapan makan siang makan sahur juga,” katanya.

Sementara itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan dan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta terus memantau aktivitas Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah. 

Pemantauan intensif dilakukan setelah gunung teraktif itu hari ini dua kali meletus secara freatik. Letusan pertama terjadi pada pukul 03.32 WIB dan letusan kedua pada pukul 14.45 WIB.

Pada letusan pertama, berdasarkan rekaman seismik dari Pos Pengamatan Gunung Merapi di Jrakah dan Kaliurang, Sleman, letusan ini memiliki durasi 4 menit dan amplitudo maksimum 55 mm. Secara visual terlihat tinggi kolom letusan 2.000 meter mengarah ke barat daya.

Dampak dari letusan ini telah mengakibatkan terjadinya hujan abu di wilayah Kabupaten Magelang terutama di wilayah kawasan rawan bencana (KRB) II dan III  meliputi Desa Keningar, Sumber, Dukun, Kalibening. Jangkauan abu vulkanik bahkan mencapai 25 kilometer sampai ke kawasan Candi Borobudur.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut