Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Temui Wali Kota, Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Ungkap Kondisi Sang Anak
Advertisement . Scroll to see content

Soal Pembebasan Lahan Bandara Yogya, Hasto: Presiden Minta Dituntaskan

Kamis, 05 Juli 2018 - 23:18:00 WIB
Soal Pembebasan Lahan Bandara Yogya, Hasto: Presiden Minta Dituntaskan
Sebuah alat berat merobohkan pohon dan tanaman milik warga yang berada di lokasi calon proyek bandara baru Yogyakarta di Kulonprogo. (Foto: iNews.id/Budi Utomo)
Advertisement . Scroll to see content

NYIA ditargetkan beroperasi pada 2019 dan proses pembangunannya diharapkannya tidak maju mundur alias molor. Keberadaan NYIA diyakini bakal menjadi pintu gerbang Yogyakarta untuk menyambut wisatawan dan memajukan perekonomian masyarakat.

"Presiden tidak (berbicara) sampai di situ (urusan teknis). Tapi, tentu, teknis itu ada di bawah (kewenangan pemerintah di daerah)," kata Hasto.

Selain soal penolakan warga, lanjut Hasto, Presiden Jokowi berpesn agar pemkan membantu masalah penyertifikatan tanah untuk rakyat. Kalau perlu, dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga, status kepemilikan tanah untuk masyarakat bisa terlayani. "Tidak hanya yang relokasi tapi juga untuk semua," kata Hasto.

Sebelumnya, pembebasan lahan untuk proyek pembangunan NYIA di Kulonprogo kembali berlangsung ricuh, Kamis (28/6/2018). Kericuhan terjadi ketika puluhan warga yang tergabung dalam paguyuban warga penolak penggusuran Kulonprogo (PWPP-KP) berusaha menghalangi upaya petugas yang terus merobohkan tanaman di sekitar rumah dan lahan mereka.

Tak hanya mengamuk, salah satu warga bahkan berusaha menghentikan proses land clearing (pembebasan lahan) dengan menduduki alat berat yang tengah beroperasi. Namun berbagai upaya warga untuk menghentikan petugas tak juga membuahkan hasil.

Mereka pun hanya bisa menangis dan meratapi tanaman cabai yang sudah masuk masa panen hilang tersapu alat berat. "Lemah iki seko Simbah. Ora didol malah dirusak (tanah ini dari simbah. Tidak dijual malah dirusak)," kata Wagirah, salah seorang warga.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut