Soal Muktamar NU, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar Dihubungi Orang yang Mengaku Intelijen
JAKARTA, iNews.id - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar mengaku dihubungi oleh seseorang yang mengaku sebagai inteljen. Orang tersebut meminta agar MuktamarNU ke-34 ditunda.
"Saya ditelepon orang dari Amerika mengatasnamakan intelijen namanya Imran, dia mantan duta besar (untuk) China, saat itu dia sedang ada di Amerika. Saya ditelepon dari Jakarta minta supaya Muktamar diundur karena yang menginginkan Muktamar 2021 punya niat jelek, saya kaget," ujar dia.
Kepada orang itu, KH Miftachul Akhyar mengatakan bhawa yang meminta Muktamar tahun ini adalah dirinya. "Yang minta Muktamar tahun ini saya, kok ada niat jelek wong saya hanya ingin khusnul khotimah dalam berkhidmat," ucapnya.
Lelaki tersebut juga meminta agar KH Miftachul Akhyar dapat mengintervensi untuk penundaan Muktamar di Februari atau Maret 2022.
"Ini sudah mundur Desember 2021 mestinya Muktamar itu diselenggarakan 22 Oktober 2021. Ini darurat, tidak boleh diperpanjang, coba dikaji tidak bisa tambah-tambah," ujar Ketua Umum MUI ini.