Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : OPM Kembali Berulah, TNI Evakuasi Puluhan Pendulang Emas dari Awimbon ke Boven Digoel
Advertisement . Scroll to see content

Serangan KKB Tewaskan Puluhan Aparat, Negara Ini Berkabung 3 Hari

Kamis, 11 Agustus 2022 - 21:51:00 WIB
 Serangan KKB Tewaskan Puluhan Aparat, Negara Ini Berkabung 3 Hari
Puluhan tentara Mali tewas dan 33 lainnya terluka dalam serangan di sebuah pos keamanan. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

BAMAKO, iNews.id - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan dua serangan pada akhir pekan ini di Mali. Akibat serangan ini puluhan tentara pemerintah tewas.

Pemerintah Mali mengumumkan tiga hari berkabung nasional akibat kejadian ini. Hari berkabung itu dimulai pada Kamis (11/8/2022) hingga Sabtu (13/8/2022). 

Tentara Mali mengatakan serangan di wilayah utara Gao pda Minggu (7/8/2022) menewaskan 42 tentara. Serangan itu dilakukan oleh KKB yang diduga berasal dari militan Islam yang menggunakan drone, artileri dan kendaraan jebakan.

Direktur Jenderal Polisi Nasional, Solaimane Traore mengatakan, masih di hari yang sama, lima petugas polisi tewas di selatan negara itu. kelompok KKB menyerang sebuah kantor polisi di dekat perbatasan dengan Burkina Faso

Tiga petugas lainnya masih hilang setelah serangan di kantor polisi perbatasan Sona. Hari berikutnya, gerilyawan yang tergabung dalam kelompok terkait al-Qaida yang dikenal sebagai JNIM mengaku bertanggung jawab.

Mali dan mitra internasionalnya telah memerangi ekstremis KKB selama hampir satu dekade. Situasinya menunjukkan tanda-tanda memburuk setelah Prancis mulai menarik pasukannya menyusul serangkaian perselisihan dengan pemerintah Mali.

Pada 2013, Prancis memimpin operasi militer untuk mengusir militan Islam dari kekuasaan di kota-kota besar di utara Mali. Tetapi elemen-elemen itu akhirnya berkumpul kembali dan mulai melakukan serangan ke arah selatan terhadap militer dan penjaga perdamaian PBB.

Rencana penarikan Prancis datang setelah junta yang dipimpin oleh Kolonel Assimi Goita melakukan dua kudeta dalam periode sembilan bulan pada 2020 dan 2021. Para pengamat khawatir kekacauan tersebut telah menciptakan kekosongan kekuasaan lain bagi para ekstremis untuk melakukan lebih banyak serangan.

Editor: Ainun Najib

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut