Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Sekeluarga Tewas di Temanggung, 1 Korban Mahasiswa UGM dan Fotografer Keraton Yogya
Advertisement . Scroll to see content

Sekeluarga Tewas saat Glamping di Temanggung, 1 Korban di Antaranya Mahasiswa UGM

Kamis, 28 Mei 2026 - 20:05:00 WIB
Sekeluarga Tewas saat Glamping di Temanggung, 1 Korban di Antaranya Mahasiswa UGM
Satu dari empat korban tewas saat glamping di Temanggung diketahui mahasiswa UGM dan fotografer lepas Keraton Yogyakarta. Jenazah korban dimakamkan di Kabupaten Semarang. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Polisi masih mendalami kasus empat orang sekeluarga tewas di objek wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung

Keempat korban ditemukan meninggal dunia di dalam tenda saat glamping. Korban diketahui merupakan satu keluarga asal Desa Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang. Identitas korban masing-masing berinisial MHM (52), M (43), AEH (17) dan  Bagas Amar Hakiki (21).

Satu dari keempat korban, Bagas Amar Hakiki (21), diketahui mahasiswa UGM (Universitas Gadjah Mada) yang juga fotografer lepas Keraton Yogyakarta.

Bagas merupakan anak pertama dari keluarga tersebut dan tercatat sebagai mahasiswa Sastra Prancis Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM angkatan 2022. 

Pihak kampus UGM membenarkan Bagas Amar merupakan mahasiswa Sastra Prancis. “Yang bersangkutan (Bagas) mahasiswa kami (UGM) Sastra Prancis Angkatan 2022,” kata Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Prof Setiadi kepada awak media, Kamis (28/5/2026).

Korban juga menjadi fotografer lepas di Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta. Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW Kartiutami Guritno membenarkan bahwa Bagas merupakan bagian dari tim dokumentasi mereka. “Betul. Mas Bagas salah satu fotografer kami di Kawedanan Tandha Yekti,” ujar Kartiutami.

Dia menjelaskan, Bagas awalnya mengikuti program magang di Kawedanan Tandha Yekti pada 2024. Dari program tersebut, pihaknya melihat kemampuan fotografi Bagas yang mumpuni hingga akhirnya direkrut menjadi fotografer lepas.

“Lalu kemudian dari magang tersebut kami melihat keahlian fotografinya yang mumpuni, sehingga kemudian setelah masa magangnya satu tahun selesai, Bagas bersama dua orang teman lainnya menjadi bagian dari tim dokumentasi Keraton Yogyakarta sebagai fotografer lepas,” katanya.

Menurut dia, Bagas bukan merupakan abdi dalem, melainkan fotografer lepas yang masuk dalam tim inti dokumentasi Kawedanan Tandha Yekti.

“Fotografer lepas, tapi masuk dalam tim inti dokumentasi. Tim dokumentasi kami sebagian Abdi Dalem, sebagian freelance,” ujarnya.

Dia mengaku sangat kehilangan sosok Bagas yang dikenal sebagai pribadi menyenangkan dan senang membantu.

“Bagas kami kenang sebagai pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan, dan menyenangkan. Kami sangat kehilangan sekali, bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi juga kolega, rekan, adik, sahabat baik,” katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut