Rektor UIN Yogyakarta Siap Jadi Menag, Sertifikasi Khatib Jadi Program Utama
Menurut Yudian, penceramah di masjid-masjid BUMN harus mendapatkan izin dari pemerintah. Demikian juga dengan penceramah di masjid-masjid sekolah negeri mulai dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi.
“Kita akan tertibkan, tidak bisa lagi hanya main sepihak. Andai kata benar (menjadi Menag) lho itu, akan bekerja sama dengan kepolisian dan sebagainya," kata dia.
Yudian mengatakan, program itu memang hanya bisa diwujudkan apabila dirinya dipilih sebagai menag. Kendati siap menjalankan tugas sebaik-baiknya jika menjabat menag, Yudi menegaskan tidak akan pernah melakukan lobi-lobi politik untuk masuk kabinet.
“Kalau tidak menag nanti saya didalili (diceramahi dengan dalil). Kalau tidak menag tidak punya otoritas untuk itu," kata dia.
Yudian menilai bahaya radikalisme di Indonesia harus segera ditindaklanjuti hingga ke akarnya. Peristiwa teroris penusukan terhadap Menkopolhukam Wiranto beberapa waktu lalu telah menunjukkan bahwa bahaya radikalisme masuk level satu atau darurat.
"Ini menunjukkan eskalasinya mereka (teroris) sangat berani dan mereka sangat mengejar sasaran-sasaran tingkat tinggi. Kalau tingkat tinggi saja kena, yang tingkat bawah kena tidak nanti? itu masalahnya," kata Yudian.
Sebelumnya, Menag Lukman Hakim Saifuddin juga pernah mengangkat wacana sertifikasi khatib atau penceramah shalat Jumat. Hingga kini wacana yang bersumber dari aspirasi masyarakat itu belum diterapkan dan masih dalam kajian.
Editor: Kastolani Marzuki