Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polda Sumut Gagalkan Sabu 29 Kg Jaringan Thailand, Kurir Ditangkap Dijanjikan Rp70 Juta
Advertisement . Scroll to see content

Ratu Kecantikan Myanmar Ini Terdampar 3 Hari di Bandara Thailand, Kok Bisa ?

Jumat, 23 September 2022 - 18:29:00 WIB
Ratu Kecantikan Myanmar Ini Terdampar 3 Hari di Bandara Thailand, Kok Bisa ?
Han Lay (23) telantar di Bandara Thailand karena tak diizinkan masuk negara tersebut. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

BANGKOK, iNews.id - Nasib sial dialami oleh seorang ratu kecantikanMyanmar. Ratu kecantikan yang selama ini menentang keras junta militer Myanmar ini terdampar di Bandara Suvarnhabhumi, Thailand selama tiga hari. 

Han Lay (23) yang baru saja berkunjung ke Vietnam ini tak diperbolehkan masuk ke Thailand. Dia terdampar di bandara itu sejak Rabu (21/9/2022) hingga hari ini, Jumat (23/9/2022). 

Saat tiba di Thailand, Biro Imigrasi mengatakan, dia menggunakan dokumen perjalanan yang tidak valid. Selama setahun terakhir, dia telah tinggal di Thailand untuk menyelamatkan diri dari junta militer Myanmar. 

Han Lay yang memiliki nama asli Thaw Nandar Aung mendapat perhatian internasional tahun lalu setelah pidato kontesnya yang mengharukan tentang penindasan mematikan oleh tentara terhadap protes anti-junta. 

Para aktivis berusaha meminta agar pemerinta Thailand tak mendeportasinya ke Myanmar. Tim manajemen acara yang bekerja dengan Han Lay berharap agar dia bisa masuk kembali ke Thailand.

"Satu-satunya hal yang kami inginkan adalah dia tidak kembali ke Myanmar. Karena jika dia kembali, kami tidak tahu apa yang akan terjadi padanya," kata seorang perwakilan, yang menolak disebutkan namanya karena dia tidak berwenang berbicara kepada media.

Ditanya tentang kasus Han Lay, juru bicara kementerian luar negeri Thailand, Tanee Sangrat mengatakan, pihak berwenang tidak melakukan penangkapan dan tidak memiliki rencana untuk mengirimnya ke mana pun pada tahap ini.

Seorang juru bicara junta Myanmar tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar atas kasus Han Lay.

Sementara Interpol kepada Reuters mengatakan, tidak ada 'Red Notice' untuk orang ini. Dalam sebuah posting Facebook, Han Lay mengatakan polisi Myanmar berada di bandara Bangkok untuk menemuinya. Tetapi dia menolak dan telah menghubungi badan pengungsi PBB. Sementara UNHCR mengatakan, kebijakannya tidak dapat mengonfirmasi kasus individu.

Dalam sebuah Tweet, Phil Robertson dari Human Rights Watch mengatakan, pihak berwenang Thailand harus memberikan perlindungan kepada Han Lay dan dalam keadaan apa pun agar tidak mengembalikannya ke Myanmar.

Editor: Ainun Najib

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut