Puncak HPN, 5 Tokoh Inspiratif Diganjar Award Wartawan Kulonprogo
Menurut Asrul, dalam bekerja, wartawan memiliki kode etik jurnalistik yang haruas dijunjung tinggi. Namun profesi ini kadang dicederai oleh wartawan gadungan yang melaksanakn peran jurnalistik hanya untuk kepentingan pribadi.
Salah satu penerima Award PWK, Sri Wuryanti mengaku terharu atas penghargaan ini. Dia berjanji untuk tetap mendorong semangat generasi muda dalam berkesenian. Seperti yang sudah berkecimpung di dunia seni Tari Angguk sejak tahun 1991 dan kini memiliki 150 anak didik. “Saya tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan ini,” ujarnya.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo berharap fungsi pers tetap berjalan dengan baik, yakni memberi informasi, mendidik masyarakat dan fungsi ideologi. Media harus punya rasa nasionalisme dan ideologi agar bisa mendorong masyarakat untuk berdikari dalam bidang ekonomi. “Saya trenyuh, kemarin teman-teman wartawan sudah melakukan bedah rumah warga miskin,” ujar bupati.
Peringatan HPN 2019 di Kulonprogo yang mengadopsi tema nasional, Menguatkan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital. Ketua PWI DIY, Sihono menjadi salah satu pemateri dalam acara ini. Sihono mengingatkan agar pers bekerja untuk membela masyarakat. Bukan untuk memebla kapitalisme atau pemilik modal. Ideologi ini harus dijaga agar tidak terseret dalam kepentingan pemilik media ataupun politik.
Editor: Kastolani Marzuki