Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Penumpang di Bandara YIA Tembus 17.000 Orang
Advertisement . Scroll to see content

PT Angkasa Pura I Tanam 5.000 Pohon Penahan Abrasi di Kawasan Penyangga Bandara YIA

Rabu, 10 Agustus 2022 - 20:11:00 WIB
PT Angkasa Pura I Tanam 5.000 Pohon Penahan Abrasi di Kawasan Penyangga Bandara YIA
PT Angkasa Pura I bersama sejumlah instansi melakukan kegiatan penanaman 5.000 pohon penahan abrasi di tiga wilayah kawasan penyangga Bandara YIA. (Foto: dok Angkasa Pura I)
Advertisement . Scroll to see content

KULON PROGO, iNews.id – PT Angkasa Pura I bersama sejumlah instansi melakukan kegiatan penanaman pohon penahan abrasi di tiga wilayah kawasan penyangga Bandara Internasional Yogyakarta pada Rabu (10/8/2022) siang.

Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional, serta merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Angkasa Pura I.

Sebanyak 5.000 pohon dengan jenis pohon mangrove, cemara udang, pandan laut, dan anggur laut ditanam di tiga wilayah kawasan penyangga bandara, yaitu di Desa/Kelurahan Glagah, Jangkaran, dan Karangwuni yang terletak di Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan penanaman pohon tersebut turut dihadiri oleh Penjabat (Pj) Bupati Kulon Progo Tri Saktiyana, serta pimpinan sejumlah instansi dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda).

"Sejalan dengan salah satu misi dari PT Angkasa Pura I, yaitu 'Memberikan kontribusi positif pada kelestarian lingkungan', kami secara konsisten dan berkesinambungan senantiasa berkontribusi pada pelestarian ekologi di lingkungan sekitar penyangga bandara yang kami kelola," ujar Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi

Lanjutnya, Bandara Internasional Yogyakarta yang berdiri di area tepi pantai yang rawan akan proses alami pengikisan tepi pantai atau abrasi. Dengan penanaman pohon di area pantai ini, diharapkan dapat berkontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan di sekitar bandara, serta dapat memperkuat sabuk hijau atau greenbelt yang dapat mengantisipasi risiko abrasi pantai.

"Penanaman pohon di lingkungan pantai ini di masa depan juga akan memberikan manfaat positif terhadap mitigasi bencana tsunami, mengingat manfaat pohon mangrove yang akan berfungsi sebagai barrier ketika ada bencana tsunami, sehingga dapat meredam dan meminimalisir dampak bencana," kata Faik Fahmi.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut