Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hujan Deras Picu Longsor di Kulonprogo, 4 Rumah Rusak dan Sejumlah Jalan Tertutup
Advertisement . Scroll to see content

Petani Kulonprogo Tetap Tanam Cabai meski Harga Anjlok

Rabu, 17 Juni 2020 - 16:37:00 WIB
Petani Kulonprogo Tetap Tanam Cabai meski Harga Anjlok
Petani cabai lahan pantai di Kabupaten Kulonprogo mempertahankan tanaman cabai meski harga cabai anjlok. (Foto: Antara/Sutarmi)
Advertisement . Scroll to see content

Sukarman mengatakan produksi cabai sepanjang lahan pantai dari Trisik (Galur) sampai Karangwuni (Wates) berkisar 50 ton hingga 60 ton per hari. Serapan cabai di wilayah DIY hanya berkisar lima ton per hari. Pangsa pasar cabai Kulonprogo mayoritas ke Jakarta, Jawa Barat, Semarang dan Sumatera.

Namun karena wabah Covid-19, serapan cabai dari wilayan itu mengalami penurunan drastis. Wilayah tersebut memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), menyebabkan pasar, rumah makan, dan hotel banyak yang tutup. Hal ini juga menyebabkan harga cabai anjlok.

"Kondisi seperti ini membuat petani cabai lahan pasir menjadi dilematis. Mempertahankan tanaman cabai merugi, kalau dijual harganya rendah. Kami hanya bertahan dan berkomitmen, semoga pemkab memberikan solusi atas permasalahan ini," katanya.

Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryati meminta petani tetap mempertahankan tanaman cabai, meski harga sangat rendah. Dia memahami kondisi batin petani lahan pantai dan meminta mereka tetap bersabar.

"Kami hanya bisa berharap petani cabai tetap sabar dan mempertahankan tanaman cabai sebagai bakti kepada ibu pertiwi," kata Akhid.

Editor: Nani Suherni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut