Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Belasan Gajah Liar Serbu Permukiman di Pekanbaru, 1,5 Hektare Kebun Semangka Ludes
Advertisement . Scroll to see content

Pemkot Jogja Anggarkan Rp1,8 Miliar untuk Lanjutkan Penataan Permukiman Kumuh Prenggan

Rabu, 03 Agustus 2022 - 21:31:00 WIB
Pemkot Jogja Anggarkan Rp1,8 Miliar untuk Lanjutkan Penataan Permukiman Kumuh Prenggan
Salah satu ruang terbuka hijau publik di Kota Yogyakarta. Pemkot Yogya terus melakukan penataan permukiman kumuh. (Foto : Antara)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id- Pemkot Yogyakarta melanjutkan program penataankampung kumuh di Kelurahan Prenggan yaitu di Kampung Sambirejo. Anggaran yang dialokasikan sekitar Rp1,8 miliar dari APBD Kota Yogya tahun ini.

Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta Sigit Setiawan mengatakan penataan kawasan kumuh di lokasi tersebut menjadi satu-satunya penataan permukiman kumuh skala kawasan yang dikerjakan tahun ini. 

"Jadi, kami benar-benar fokus di lokasi tersebut,” katanya  di Yogyakarta, Rabu (3/8/2022).

Pekerjaan penanganan kumuh di kelurahan tersebut sudah dilakukan sejak akhir Juni dan diharapkan selesai pada akhir November.

Sejumlah pekerjaan yang dilakukan di antaranya, pembangunan jalan lingkungan tepi sungai, pembangunan pagar pembatas, penerangan jalan umum, perkuatan talut sungai, dan pembangunan IPAL komunal.

Menurut Sigit, kawasan tersebut sebenarnya sudah tidak masuk dalam skor penilaian kawasan kumuh. “Hanya saja, masih ada sedikit pekerjaan rumah di indikator sanitasi,” katanya.

Di kawasan tepi sungai tersebut masih banyak masyarakat yang langsung membuang limbah ke sungai sehingga pada penataan tahun ini dibangun IPAL komunal agar tidak ada lagi limbah yang dibuang langsung ke sungai.

Sigit menyebut, kawasan tersebut pernah ditata menggunakan dana dari APBN pada 2019. “Pekerjaan kami tahun ini hanya menuntaskan saja supaya skor indikator kumuh dari aspek sanitasi menjadi nol,” katanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut