Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Duduk Perkara Eks Ketua BEM UGM Tiyo Temukan Alat Pelacak di Mobil
Advertisement . Scroll to see content

Pascaserangan Gereja di Sleman, Polda DIY: Kondisi Yogya Kondusif

Senin, 12 Februari 2018 - 15:09:00 WIB
Pascaserangan Gereja di Sleman, Polda DIY: Kondisi Yogya Kondusif
Polisi melakukan pengamanan di Gereja Santa Lidwina Bedok, di Jalan Jambon, Trihanggo, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sesaat setelah penyerangan. (Foto: iNews/Gunanto Farhan)
Advertisement . Scroll to see content


Yulianto memastikan, saat ini di wilayah hukum Yogyakarta tak ada ancaman serius seperti yang terjadi di Gereja Santa Lidwina Bedok, di Jalan Jambon, Trihanggo, Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). "Secara umum tidak ada (ancaman). Indikasi ke salah satu tempat," ucapnya.

Dia menambahkan,nantinya Satuan polisi dari Sabhara juga dapat turun membantu satu Binmas untuk mengamankan tempat ibadah yang dianggap rawan atau terindikasi adanya ancaman dari serangan aksi teror.

"Kalau Binmas melekat oleh warga, kalau Sabhara itu nantikan dilihat dari potensi ancamannya. Kalau Binmas secara otomatis setiap saat harus melekat di setiap kegiatan masyarakat," ucap Yulianto

Dia melanjutkan, "Jadi setiap kehadiran polisi, setiap kegiatan yang berpotensi ada gangguan Kambtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), maka akan ada polisi berseragam disitu," tandasnya.

Seperti diketahui, Gereja Santa Lidwina di Sleman, Yogyakarta, diserang oleh seorang mahasiswa yang berinisial S, pada Minggu kemarin. Akibat kejadian tersebut, seorang romo bernama Karl Edmund Prier, tiga jemaat, dan seorang polisi menjadi korban serangan.

Editor: Himas Puspito Putra

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut