Paku Alam X Mantu, Jokowi-JK Akan Jadi Tamu Kehormatan
Pernikahan Dhaup Ageng ini kembali digelar setelah sebelumnya putra ketiga Paku Alam ke IX menikah pada 2004. Tak jauh berbeda dengan perayaan sebelumnya, prosesi tetap diisi dengan serangkaian kegiatan inti yang meliputi nyengkar atau pingitan pengantin putri di Kepatihan, acara siraman putra dan putri, midodareni atau nyantri, tantingan, ijab, panggih, hingga acara resepsi atau pahargyan.
"Tata caranya sama, hanya saja kali ini ada variasi untuk pola duduk tamu, zaman dulu di bangsal lenggah siro, sekarang pakai kursi. Dulu tatanan bangsal di tingkat atas, sekarang kita campur tujuannya memberikan doa restu kepada mempelai," ungkap Indro.
Dia menuturkan, sebelum acara inti, terlebih dahulu akan diisi dengan rangkaian acara pembukaan yang diawali dengan bucalan yakni penempatan sesaji di beberapa tempat di lingkungan Pura Pakualaman.
Acara berlanjut dengan wilujengan yakni berdoa bersama oleh segenap panitia untuk meminta kelancaran kepada Sang Pencipta dan mengunjungi makam leluhur (nyekar) oleh calon pengantin pria dan keluarga Paku Alam X.
Memasuki acara inti akan ada majang yakni menata rangkaian hiasan di Pura Pakualaman seperti janur kuning dan dilanjutkan dengan pasang tarup pelaminan.
Indro menambahkan, persiapan pernikahan itu telah mencapai 80 persen. Untuk menyambut para tamu yang akan diperkirakan mencapai 2.000 orang.
"Demi kelancaran acara panitia juga mengadakan gladi resik sebelum hari H, mulai dari acara di Kepatihan, acara iring-iringan prajurit dari masjid ke bangsal Sewotomo hingga tari-tarian dan para pemusik," ujar Indro.
Editor: Zen Teguh