Mutakhirkan Data, BMKG Sebut Gempa Magnitudo 5,1 Terjadi di Wates Kulonprogo
Dampak gempa bumi berdasarkan laporan masyarakat, kata Rahmat, guncangan dirasakan di Sanden Bantul, Kota Jogja, Giri Mulyo, Maguwoharjo Sleman dengan intensitas guncangan II-III MMI ( Getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu ).
Selain itu, Pacitan dan Ponorogo (Jatim), Purworejo, Semarang, Klaten, Wonogiri, Kebumen, Cilacap (Jateng) dengan intensitas guncangan II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda yang digantung bergoyang ).
“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.
Hingga pukul 20.54 WIB, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan. Mohon cermati dan terus berlatih langkah-langkah praktis untuk antisipasi bahaya gempa bumi, baik pada saat persiapan sebelum gempa, saat dan setelah gempa bumi,” katanya.
Sebelumnya, BMKG mengatakan gempa Magnitudo 5.1, berpusat di laut pada jarak 105 km Barat Daya Bantul pada Kedalaman 10 km. Gempa dirasakan (MMI) II-III Bantul, II-III Jogjakarta, II-III Giri Mulyo, II-III Maguwoharjo, II-III Sleman, II Cilacap, II Ponorogo, II Pacitan, II Purworejo.
Editor: Kastolani Marzuki