Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Viral Pria di Jember Dibacok Celurit di Kantor Wifi, Pelaku Diduga ODGJ
Advertisement . Scroll to see content

Merasa Terganggu, Kakak Beradik di Yogyakarta Aniaya Massa Kampanye

Rabu, 06 Februari 2019 - 19:42:00 WIB
Merasa Terganggu, Kakak Beradik di Yogyakarta Aniaya Massa Kampanye
Kakak beradik yang menjadi tersangka penganiayaan massa kampanye di Yogyakarta. (Foto: iNews/Kuntadi).
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id – Polisi mengamankan dua orang kakak beradik yang diduga menjadi pelaku penganiayaan terhadap peserta kampanye. Aksi tersebut berlangsung di Stadion Mandala Krida Kota Yogyakarta, Provinsi DI Yogyakarta (DIY), Minggu (27/1/2019).

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Sutikno mengatakan, tersangka berinisial PA (16) dan JU (34). Mereka merupakan kakak beradik yang tinggal di wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

"Pelaku ini merasa terganggu dengan rombongan korban yang menggunakan knalpot blombongan dan mengibarkan bendera salah satu partai," kata Sutikno di Mapolresta Yogyakarta, DIY, Rabu (6/2/2019).

Aksi mereka dilakukan terhadap korban VRF (22) dan EH (38), sama-sama warga Kecamatan Umbulharjo. Keduanya mengalami luka akibat bacokan celurit di bagian punggungnya, dan harus mendapatkan perawatan medis.

Kronologinya, kata Sutikno, korban ini baru saja mengikuti deklarasi dukungan salah satu pasangan calon di Stadion Mandala Krida Kota Yogyakarta. Mereka awalnya hendak pulang ke rumah masing-masing, namun di Jalan Sorogenen, kawasan Sosurutan, mereka dihadang para tersangka.

"PA yang masih berusia di bawah umur ini pun membacok kedua korban menggunakan celurit. Sedangkan kakaknya menembaki menggunakan air softgun," ujar dia.

Kasus ini terungkap saat polisi menyelidikinya dengan mendengar keterangan saksi, serta mempelajari kamera CCTV di sekitar TKP yang kebetulan menangkap aksi mereka. Dari sanalah polisi mengejar para tersangka.

"Kita masih mencari alat yang dipakai untuk menganiaya, karena begitu kejadian langsung dibuang," kata Sutikno.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut