Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Aceh hingga Papua Selatan Masuki Kemarau, BMKG Peringatkan Lebih Kering dan Panjang!
Advertisement . Scroll to see content

Mata Air Mengering karena Kemarau, Warga Gunungkidul Mulai Membeli Air Bersih

Senin, 06 Juli 2020 - 19:30:00 WIB
Mata Air Mengering karena Kemarau, Warga Gunungkidul Mulai Membeli Air Bersih
IIustrasi distribusi air bersih. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

GUNUNGKIDUL, iNews.id – Sejumlah mata air di Kapanewon Tanjungsari Kabupaten Gunungkidul, DIY, mulai mengering dan tidak lagi mengeluarkan air, memasuki musim kemarau. Warga terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan air minum dan rumah tangga.

Dukuh Bareng, Kalurahan Kemiri Kapanewon Tanjungsari, Winarsih mengatakan, wilayahnya termasuk daerah yang sulit untuk mendapatkan air bersih. Ketika musim kemarau tiba, wilayahnya menjadi langganan kekeringan. Sumber mata air yang ada sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi.

“Sudah sebulan tidak ada hujan, sumber air sudah kering dan tidak bisa dimanfaatkan,” kata Winarsih, Senin (6/7/2020).

Sejak dua pekan belakangan, warga terpaksa membeli air bersih dari pihak swasta yang menjadi langganan. Satu tangki ukuran 5.000 liter dijual dengan harga antara Rp150.000 hingga Rp170.000.

Lokasi sejumlah sumber air bersih yang masih bisa dimanfaatkan cukup jauh dari permukiman warga. Warga memilih untuk membeli secara swadaya. Namun, ada sejumlah pihak swasta yang mulai menyalurkan bantuan.

"Alhamdulillah kalau ada bantuan. Sekarang kan serba sulit mau beli air rasanya mahal karena tidak ada duit," ujarnya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut