Mahasiswa UGM Olah Sampah Onggok Pohon Aren Menjadi Panel Akustik
Bahan utama yang dipakai berupa serat fiber limbah onggok yang dikeringkan di bawah sinar matahari. Berikutnya dilakukan pemisahan antara serat fiber dengan serbuk onggok dan direkatkan dengan menggunakan tepung kanji.
Untuk membuatnya, serat onggok dicampur dengan perekat dari tepung kanji. Kemudian dicetak dan dipress pada tekanan 1000 psi agar adonan menjadi lebih padat.
Kemudian dilakukan pemanasan dalam oven selama dua jam pada suhu 100°C. Terakhir dilakukan finishing panel akustik limbah onggok.
“Hasilnya diperoleh prototipe panel akustik dengan dengan dimensi 29,7 centimeter kali 42 centimeter,” katanya.
Panel akustik ini mampu menyerap suara dengan baik. Karakter impedansi atau penyerapan suara yang datang mencapai 95 persen.
“Hampir semua suara yang datang teredam pada panel akustik ini,” katanya.
Selain mengatasi limbah sampah, panel akustik ini juga lebih ramah lingkungan. Selama ini panel di pasaran menggunakan bahan sintetis berupa busa dan styrofoam.
Editor: Umaya Khusniah