Mahasiswa UGM Ciptakan Lampu Emergency Hemat Listrik
Lampu yang dihasilkan merupakan kampu emergency dari LED. Sedangkan powernya mennggunakan batu baterai yang akan lebih aman dan praktis. Materi La Helist diantaranya lampu led, fiting lampu, trafo ferit, kumparan email, resistor, transistor, saklar, serta batu baterai.
"Pembuatan lampu ini tidak sulit karena materialnya mudah didapat. Khusus ferit dari limbah lampu yang tidak terpakai," ujar dia.
Ada dua jenis lampu yang dihasilkan yang berdaya 3 watt dan 9 watt. Setiap lampunya dilengkapi dengan saklar yang praktis dan bisa dibawa kemana-mana. Selain hemat energi, lampu ini mampu menyala hingga 12 jam.
Fadhiela menyebutkan, pembuatan lampu ini cukup sederhana. Hanya butuh ketelitian dan kesabaran dalam pengerjaan rangkaian lampu. Dalam sehari mampu menghasilkan 15 hingga 20 lampu emergency.
Keduanya dibantu 3 karyawan yang menjadi teknisi. La Helist dijual dengan harga terjangkau yakni Rp50.000 untuk lampu berdaya 3 watt dan Rp90.000 untuk daya 9 watt.
"Pesanan sudah sampai di Sulawesi, Kalimantan dan sejumlah kota di Jawa," kata dia.
Editor: Andi Mohammad Ikhbal