Lumpuhkan Penyerang Gereja St Lidwina, Aiptu Almunir Dapat Penghargaan
Pelaku yang mengejarnya masih sempat menyabetkan pedang hingga mengenai tangan kiri dan kaki kirinya. Dalam kondisi terdesak, Almunir berhasil menendang pelaku dan bersamaan dengan itu menembak kaki kanan pelaku untuk melumpuhkannya. “Kami sama-sama jatuh dan jemaat gereja langsung mengamankan pelaku yang tertembak,” kata Almunir.
Menurut Almunir, saat kejadian, dia bisa saja menembak pelaku pada bagian vital yang bisa menyebabkan kematian. Namun, dia sengaja tidak melakukannya agar kasus itu bisa diusut tuntas. "Jika pelaku mati, kasusnya akan sulit diungkap. Saya memang mengincar kaki pelaku untuk ditembak. Kebetulan saya sudah 25 tahun di Reskrim, jadi biasa melumpuhkan penjahat,” kata pria yang tinggal di Bantul ini.
Dalam usianya yang sudah 57 tahun, Almunir memang banyak menghabiskan waktunya di satuan reserse dan kriminal. Dia baru sekitar enam bulan dipindah di satuan lain, hingga akhirnya datang ke lokasi kejadian. Dalam kejadian itu, Almunir mengalami luka robek pada tangan kirinya akibat sabetan pedang dari pelaku penyerangan gereja. Sementara kaki kirinya hanya luka kecil di bagian kelingking. “Ini tangan saya dijahit empat. Kalau sepatu sudah rusak,” katanya.
Ayah dua anak ini pun berharap Yogyakarta bisa kembali aman dan kondusif. Sebagai aparat kepolisian, Almunir yang tahun ini memasuki masa purnatugas tetap siap menjalankan perintah pengamanan. “Nanti setelah purnatugas, saya akan kembali ke Bantul. Saya ada sawah yang bisa dikerjakan,” katanya.
Editor: Maria Christina