KULONPROGO, iNews.id – Kantor proyek pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta mengadakan simulasi gempa dan tsunami, Jumat (25/10/2019). Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari jajaran direksi PT Angkasa Pura I. Tak hanya teori, peserta juga diajak praktik langsung penyelamatan dan pertolongan.
Shared Services Senior Manager PT Angkasa Pura I Sulistyaningsih mengatakan, simulasi sebagai edukuasi mitigasi bencana untuk memberi pemahaman kepada karyawan dan manajemen. Di mana kegiatannya bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, PMI dan sejumlah instansi terkait.
Aksi Prajurit Kostrad TNI AD Bebaskan Sandera dari Pembajak Bus
“Melalui simulasi ini kami harapkan karyawan siap dan siaga jika sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat seperti gempa, tsunami, dan bencana lainnya,” ujar Sulistyaningsih, Jumat (25/10/2019).
Bukan tak beralasan, hal ini penting karena letak Bandara Yogyakarta berada di pesisir selatan Kulonprogo yang rawan bencana gempa dan tsunami. Namun dia memastikan kondisi struktur bangunan fisik bandara aman karena didesain tahan gempa sampai magnitudo 9,8.
Beberapa bangunan juga didesain tinggi dan bisa dipakai untuk evakuasi masyarakat jika terjadi tsunami. Selain itu di sisi selatan nantinya akan ditanami dengan tanaman barier (green belt).