Kunjungi UIN Yogyakarta, Menteri Agama: Masyarakat Kini Belajar Agama dari Medsos
Jajaran Kemenag juga harus bisa menguatkan identitas keislaman. Semuanya mesti bisa menyampaikan ayat dan hadis dengan tekstual yang benar, termasuk menjabarkan makna kontekstual yang terkandung di dalamnya.
Selain itu, Kemenag juga harus menjunjung tinggi toleransi dan tenggang rasa. Tidak perlu mengedepankan perdebatan dalam menyampaikan pemahaman keagamaan, cukup menyampaikan tekstual dan kontektualnya dengan argumentasi fiqih dan logika yang tepat. “Harus disadari bahwa yang membaca bukan hanya umat Muslim,” ujarnya.
Fahcrul juga mengajak jajarannya untuk melaksanakan setiap program kerja dan aturan-aturan kedinasan. Mereka mesti bisa menjadi contoh bagi kementerian lain. Kejujuran, keterbukaan dan pelayanan yang sebaik-baiknya harus dijunjung tinggi.
Kunjungan Menag ke Kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, disambut Rektor Yudian Wahyudi, para wakil rektor, dekan dan dari fakultas. Yudian pun menyambut positif imbauan dari Menag. “Kami selalu menekankan kepada seluruh sivitas akademika, bahkan kepada masyarakat luas untuk selalu bersyukur hidup di bumi Indonesia yang merdeka dan bersatu dalam pluralitas,” ujar Yudian.
Menurut dia, semua warga negara mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin di negeri ini tanpa membedakan agama dan ras. Semua memiliki kesempatan yang sama untuk bertanding menentukan siapa yang paling unggul menduduki posisi pemimpin di semua bidang, bahkan sebagai presiden.
Editor: Maria Christina