Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Anak Durhaka! Pria di Makassar Ancam Bunuh Ayah Pakai Parang gegara Judol 
Advertisement . Scroll to see content

Korban Klitih Bertemu Rombongan Pelaku saat Mengetes Kecepatan Motor di Ringroad Selatan

Selasa, 05 April 2022 - 14:12:00 WIB
 Korban Klitih Bertemu Rombongan Pelaku saat Mengetes Kecepatan Motor di Ringroad Selatan
Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Indardi usai memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolresta Kota Yogyakarta, Selasa (5/4/2022). (Foto : MPI/erfan Erlin)
Advertisement . Scroll to see content

YOGYAKARTA, iNews.id- Penyelidikan kasus tewasnya DAA (17) Minggu (3/4/2022) lalu terus dilakukan. Polisi menyebut jika aksi penganiayaan tersebut bukan serta merta langsung terjadi, namun ada peristiwa sebelumnya yang memicu kejadian tersebut.

Direskrimum Kombes Pol Ade Ary Indardi mengatakan, tewasnya DAA bukan karena penganiayaan membabi buta tanpa arah namun mereka menyebutnya sebagai aksi tawuran. Karena sebelumnya ada proses dari dua kelompok yang mengakibatkan salah satunya tersinggung.

"Jadi itu bukan asal serang kepada orang tak dikenal. Tetapi ada pemicunya," kata Ade Ary Indardi di Mapolresta Kota Yogyakarta, Selasa (5/4/2022).

Ade mengatakan untuk menguak kasus yang mengakibatkan pelajar meninggal tersebut pihaknya telah melakukan beberapa kali  olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Olah TKP memang dilakukan berkali-kali untuk mencari kembali barang bukti dan orang-orang yang bisa dijadikan saksi peristiwa tersebut.

Tak hanya itu  pihaknya juga telah melakukan perang rekonstruksi dari kasus tersebut. Rekonstruksi tersebut dilakukan berdasarkan berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap 11 saksi yang mengetahui peristiwa tersebut. "Kami masih terus melakukan pendalaman kasus ini," tutur Ade.

Ternyata, sebelum terjadi aksi penganiayaan telah ada aksi saling memprovokasi antara kelompok korban dengan kelompok pelaku. Kedua kelompok ini telah ketemu di jalan Ringroad Selatan tanpa sengaja.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut