Kopassus Gadungan Berencana Tipu 5 Perempuan Lain
KULONPROGO, iNews.id – Kepolisian Resor (Polres) Kulonprogo masih melakukan pemeriksaan secara intensif kasus penipuan yang dilakukan oleh Aris (33), pria asal Pituruh, Purworejo, dengan mengaku sebagai anggota Kopassus dalam kesatuan anggota penanggulangan teroris (gultor). Salah satunya untuk mengungkap kemungkinan korban lain kopassus gadungan ini di Kulonprogo.
Dari hasil pemeriksaan diketahui, kopassus gadungan ini masih mengincar lima perempuan lain. Tersangka berencana mengencani kelimanya dan kemungkinan akan menjadi korban penipuan berikutnya.
“Pengakuan tersangka baru satu korban, tapi kami menemukan banyak chattingan dengan perempuan lain di ponselnya dengan sejumlah perempuan,” kata Kepala Satuan Kasat Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Kulonprogo Ajun Komisaris Polisi (AKP) Dicky Hermansyah dalam konferensi pers di Mapolres Kulonprogo, Senin (22/1/2018).
AKP Dicky Hermansyah mengatakan, tersangka pernah bercita-cita menjadi Kopassus, namun tidak tercapai. Tersangka juga memiliki riwayat pekerjaan sebagai security di mal. Pelaku yang tinggal di Pondok Aren, Tangerang, Banten ini, akan dijerat dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.
Pelaku melakukan aksi penipuan setelah berkenalan degan korban, S, warga Kulonprogo, melalui media sosial pada awal November silam. Dari situ, keduanya kemudian bertemu pada pertengahan Desember. Selanjutnya mereka semakin intensif bertemu dan bertandang ke rumah korban di Pengasih, Kulonprogo. “Korban ini rugi sekitar Rp6 juta dan satu emas digadaikan oleh pelaku,” ujarnya.
Tersangka sudah bercerai dengan istrinya pada 2016 silam. Berdalih ibunya sakit, dia menipu korban dengan meminjam uang untuk keperluan membeli obat. Namun, uang itu justru dibelikan barang keperluan anaknya. Sisanya berhasil disita dan diamankan petugas kepolisian sebagai barang bukti senilai Rp3,9 juta.
Tersangka mengaku Kartu Tanda Anggota (KTA) TNI dia peroleh dengan mengambil di internet. Hasilnya kemudian di-print dan di-scan. Agar tidak rusak, kartu ini pun dilaminating. Untuk topi Kopassus, dia membelinya di salah satu warung di Jakarta. Dengan topi dan KTA palsu, dia kerap pamer kepada para korban.
Aris mengakui, saat ini dia hanya menipu satu orang korban. Tetapi dia masih memiliki lima perempuan lain yang dia dekati. Dengan modal wajahnya yang cukup ganteng, pelaku sengaja mengincar para janda. “Yang mahasiswa tidak ada, kebanyakan janda,” ujarnya.
Aris ditangkap petugas Kodim 0731 Kulonprogo ketika bertandang ke rumah korban. Secara kebetulan, ada anggota Kodim yang tengah bertamu menemui kakak korban. Dari pembicaraan dengan pelaku, kelihatan tidak nyambung ketika diajak bicara tentang kesatuan. Lantaran curiga, dia akhirya dibawa ke Makodim. Dari situlah diketahui Aris hanya anggota TNI gadungan sehingga kasusnya dilimpahkan ke polisi.
Editor: Maria Christina