Kisah Perang Saudara di Kerajaan Mataram usai Wafatnya Panembahan Senopati
JAKARTA, iNews.id - Wafatnya Panembahan Senopati berujung pada pengangkatan Hanyakrawati sebagai Raja Mataram. Namun keputusan itu menimbulkan kekecewaan pada diri Pangeran Puger yang merasa lebih berhak menjadi raja ketimbang adiknya.
Peri Mardiyono menulis dalam buku "Tuah Bumi Mataram : Dari Panembahan Senopati hingga Amangkurat II" bahwa Puger merasa dirinya lebih layak mewarisi takhta Kerajaan Mataram ketimbang Hanyakrawati yang berusia lebih muda.
Hanyakrawati pun menyadari kekecewaan kakak tirinya itu. Dia melakukan pendekatan kepada Puger dan memberikan jabatan sebagai Adipati Demak.
Puger menerima jabatan itu kendati masih tidak puas hingga akhirnya memutuskan untuk melakukan pemberontakan.
Dia menginginkan Demak lepas dari kekuasaan Kerajaan Mataram. Pada 1602 Masehi akhirnya pecah perang saudara antara Demak melawan Mataram. Perang berlangsung selama tiga tahun.