Kisah Inspiratif Bayu Aji, Mahasiswa Tunanetra Lulus Cumlaude IPK 3,83 di UNY
Alumni SMAN 1 Bambanglipuro Bantul tersebut sadar kemampuan mobilitasnya tidak sebaik disabilitas yang memiliki latar belakang sekolah di SLB.
“Saya kesulitan menghafalkan letak suatu tempat sehingga untuk ke kelas, saya masuk bersama teman. Biasanya saya janjian di gerbang fakultas,” katanya.
Sejak diterima di UNY, Bayu mentargetkan lulus maksimal 8 semester. Dia merupakan menerima KIPK yang mengcover biaya kuliah sampai semester 8 sehingga bila belum lulus di semester 8 harus membayar UKT.
Putra pasangan Suparyanta seorang petani dan Sri Mulyani ibu rumah tangga tersebut mencari cara bagaimana dapat mengerjakan skripsi dengan optimal di semester 7. Secara aturan akademik seharusnya di semester 7 mahasiswa melakukan KKN dan PKL.
“Saya berpikir 2 kegiatan tersebut dapat menyita waktu untuk skripsi. Akhirnya saya memeroleh informasi KKN dan PKL dapat dikonversi dari kegiatan MBKM,” ujarnya.