Kisah Inspiratif Awan, Anak Buruh Tani Masuk UGM Tanpa Tes
“Ya bagaimana lagi karena memang saya tidak ada biaya untuk membayar les. Saya juga masih ada tunggakan di SMA-nya Awan sebesar Rp1,5 juta,” katanya.
Riyanta dan Wantinem orang tua Awan bekerja sebagai buruh tani. Untuk menambah keuangan keluarga, dia juga bekerja menggaduh sapi dan jaga malam di SLB dekat rumahnya.
Sementara Wantinem seorang ibu rumah tangga. Namun, kesehatannya menurun setelah sempat jatuh sebanyak 3 kali.
“Untuk jalan dan aktivitas memang terbatas karena sakit. Mungkin ada yang kena syaraf kakinya. Kadang terapi,” kata Wantinem didampingi Riyanta saat ditemui di rumahnya Kauman, Wijirejo, Pandak, Kabupaten Bantul.
Awan sejak di bangku SMA memang ingin kuliah di Fakultas Peternakan UGM. Sejarah keluarga membawa mimpinya itu. Kakek/neneknya dulu memang memiliki sapi dan sejak kecil Awan sudah terbiasa menggembalakan dan memandikan sapi di sungai.