Kisah Inspiratif Amanda Eka Lupita Lulusan Termuda S2 UGM, Raih Gelar Master Usia 22 Tahun
“Itu jadi titik balik saya. Dulu saya fokus pada hasil dan ingin semuanya cepat selesai, tapi sekarang saya belajar menikmati perjalanan dan prosesnya,” katanya.
Baginya, penelitian bukan sekadar tentang hasil akhir, melainkan perjalanan menemukan makna dan jati diri sebagai peneliti muda.
Dalam setiap langkahnya, Amanda memegang teguh prinsip yang diajarkan keluarganya, bahwa pendidikan adalah investasi seumur hidup. Dia percaya setiap proses belajar akan membuahkan hasil pada waktunya.
“Jangan lihat gunung dari puncaknya, terus melangkah saja pelan-pelan. Dari situ saya belajar bahwa penelitian bukan soal hasil, tapi tentang menikmati proses dan terus berkembang,” katanya.
Ketertarikan Amanda pada dunia penelitian tumbuh dari rasa ingin tahu terhadap hal-hal kecil yang berdampak besar, seperti serangga dan bakteri yang memengaruhi kesehatan tanaman. Dalam tesisnya, dia meneliti keberagaman bakteri endosimbion pada kutu kebul (Bemisia tabaci) di tanaman yang terinfeksi Begomovirus.