Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Demo Mahasiswa di Kantor Gubernur NTB Ricuh, 3 Orang Dilarikan ke RS
Advertisement . Scroll to see content

Kesaktian Eyang Bintulu Aji, Tokoh Perawat Kelapa Gagak Emprit

Minggu, 22 Agustus 2021 - 10:04:00 WIB
Kesaktian Eyang Bintulu Aji, Tokoh Perawat Kelapa Gagak Emprit
Makam dan petilasan Eyang Bintulu Aji di Dusun Jamburejo, Kalurahan Sodo, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul, DIY. (Foto/Ist)
Advertisement . Scroll to see content

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Nama Bintulu Aji begitu kuat menjadi bagian dari sejarah wahyu Keraton Mataram. Dia merupakan tokoh yang merawat kelapa gagak emprit hingga hanya berbuah satu butir saja.

Keanehan dan juga keyakinan mengenai wahyu Kerajaan di Jawa juga diterimanya melalui bisikan gaib. Eyang Bintuluyang dengan tekun merawat kelapa memanggil Ki Ageng Giring untuk segera memetik kelapa tersebut jarena memancarkan sinar berwarna putih yang cukup kuat.

Makam Eyang Bintulu Aji dan juga petilasannya terletak di Dusun Jamburejo, Kalurahan Sodo, Kecamatan Paliyan, Gunungkidul. Lokasi ini berada sekitar 1 km sisi timur makam Ki Ageng Giring.

"Eyang Bintulu Aji adalah tokoh besar yang menjaga wahyu gagak emprit," tutur Wir Ngatiman, salah satu sesepuh di Kalurahan Sodo, Paliyan.

Menurutnya, Eyang Bintulu Aji merupakan salah satu bangsawan asal Majapahit yang ikut pelarian Brawijaya V dan tiba di Gunungkidul. Kemudian Eyang Bintulu Aji memeluk Islam.

Dia menjadi tokoh yang dipercaya untuk menjaga wahyu gagak emprit yang sebelumnya sudah diperkirakan oleh para bangsawan Majapahit yang melarikan diri di Gunungkidul. Sebagai pamomong, Eyang Bintulu Aji juga tinggal tidak jauh dari rumah Ki Ageng Giring.

"Beliau sangat khusuk beribadah dan seringkali menjalankan salat di atas lempengan batu di sudut rumahnya," ucapnya.

Hingga kini lempengan batu itu menjadi saksi sejarah Bintulu Aji. Ada dua buah lempengan batu yang berada di bawah pohon beringin. Hinggasaat ini lempengan batu tersebut masih sering didatangi warga masyarakat. Di dekatnya makam Eyang Bintulu Aji juga menjadi lokasi ziarah selain makam Ki Ageng Giring.

"Biasanya makam dan petilasan ramaisaat malam Selasa Kliwon dan malam Jumat banyak yang ziarah," kata Mbah Wir Ngatiman.

Suryanto salah satu pelaku spiritual mengaku sering berdzikir di empat lokasi di sekitar Kalurahan Giring dan Sodo. Selain itu juga ada makam Ki Ageng Giring, Kali Goang, makam Ki Ageng Sukodono dan makam Eyang Bintulu Aji.

"Di petilasan Eyang Bintulu Aji suasananya enak damai di situ kami sering berdzikir," ucapnya.

Editor: Nani Suherni

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut