Kemarau Panjang, 355 Telaga di Gunungkidul Terancam Kering
“Kalau kemaraunya lebih panjang, pasti akan semakin banyak telaga yag kering,” ujarnya.
Saat ini,ada 460 telaga di Kabupaten Gunungkidul. Namun, belum semua terdata secara detail mulai dari luas, kapasitas air, hingga kondisi telaga. Dari jumlah itu, baru sekitar 306 saja yang telah terdata secara detail. “Kami terus melakukan survei untuk menghitung daya tampung dan luas telaga,” ujarnya.
Dia menyebutkan, dari 306 telaga tersebut, daya tampung airnya mencapai 5,1 juta meter kubik ketika musim hujan. Saat musim kemarau, air tinggal 1,1 juta meter kubik. Masalahnya sejak tahun 2000 lalu, sebagian besar telaga telah mengalami pergeseran fungsi.
Warga tidak lagi menggunakan telaga untuk kebutuhan air bersih. Namun saat kemarau tiba, warga memburu telaga ini untuk kebutuhan MCK maupun air minum ternak. Hanya sebagian kecil warga yang memanfaatkan untuk konsumsi. “Hal ini juga karena beberapa wilayah sudah teraliri PDAM atau Spamdes,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki menyebutkan, ada 134.929 jiwa di Kabupaten Gunungkidul yang kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih. Jumlah jiwa terdampak kemarau tersebar di 421 dusun.
“Kondisi terparah di Kecamatan Girisubo dengan jumlah 21.718 jiwa,” katanya.
Editor: Maria Christina